Kesalahan Grammar Umum Saat Wawancara Bahasa Inggris
TL;DR
Pewawancara tidak mencari grammar sempurna, tapi beberapa kesalahan berulang bisa mengaburkan maksud Anda. Fokus pada tenses, akhiran -s, beberapa kata kerja yang sering tertukar, dan kata yang tidak punya bentuk jamak.
Poin penting
- Grammar sempurna tidak wajib; yang penting maksud Anda jelas.
- Tenses adalah sumber kesalahan terbesar karena bahasa Indonesia tidak mengubah kata kerja.
- Hafalkan kalimat inti tentang diri Anda dalam versi yang sudah benar.
- Beberapa kata seperti information dan experience punya aturan jamak khusus.
- Kalimat pendek mengurangi peluang salah grammar secara drastis.

Foto: Freestocks.org / StockSnap (CC0)
Daftar isi
Banyak kandidat Indonesia menahan diri saat wawancara karena takut grammar-nya salah. Akibatnya jawaban jadi pendek sekali, ragu-ragu, atau penuh koreksi di tengah kalimat. Padahal pewawancara, terutama di perusahaan yang timnya internasional, biasanya tidak mencari bahasa Inggris yang sempurna. Mereka mencari orang yang bisa menyampaikan maksud dengan jelas.
Meski begitu, ada sejumlah kesalahan yang muncul berulang-ulang pada penutur Indonesia. Sebagian tidak terlalu mengganggu, tapi sebagian lagi bisa mengubah makna, misalnya membuat pengalaman masa lalu terdengar seperti kegiatan sekarang. Artikel ini membahas kesalahan yang paling sering terdengar di wawancara, lengkap dengan versi yang benar.
Kenapa kesalahan ini muncul
Sebagian besar kesalahan grammar kita berasal dari perbedaan struktur bahasa. Bahasa Indonesia tidak mengubah kata kerja berdasarkan waktu. "Saya bekerja di sana" bisa berarti dulu, sekarang, atau nanti, tergantung konteks. Bahasa Indonesia juga tidak menambahkan akhiran pada kata kerja untuk "dia", dan bentuk jamaknya cukup dengan kata seperti "banyak" atau pengulangan.
Saat gugup, otak kembali ke pola bahasa pertama. Karena itu, kesalahan yang paling sering bukan kesalahan "sulit", melainkan kesalahan dasar yang sebenarnya sudah kita tahu aturannya. Solusinya bukan belajar grammar dari nol, tapi melatih kalimat-kalimat yang memang akan Anda pakai di wawancara sampai versi yang benar menjadi kebiasaan.
Kesalahan tenses: masa lalu, sekarang, dan "sejak"
Ini kelompok kesalahan paling penting, karena wawancara hampir selalu membahas pengalaman masa lalu.
| Salah | Benar |
|---|---|
| Last year I work at a startup. | Last year I worked at a startup. |
| I am work as a developer. | I work as a developer. |
| I am working here since 2021. | I have been working here since 2021. |
| I work here for three years. | I have worked here for three years. |
| Yesterday I have a meeting. | Yesterday I had a meeting. |
Aturan praktisnya:
- Pekerjaan yang sudah selesai pakai bentuk lampau: worked, built, led, fixed.
- Pekerjaan sekarang pakai bentuk sekarang: I work, I build. Jangan tambahkan "am" sebelum kata kerja biasa.
- Kalau ada "since" atau "for" yang menyambung sampai sekarang, pakai have worked atau have been working.
Cara aman untuk menceritakan pengalaman: mulai dengan penanda waktu, lalu pakai bentuk lampau secara konsisten.
In 2023, I joined a small agency.
I built three client websites there.
I also fixed their payment bug.
"Until now" dan "already" yang terlalu sering
Dua kata ini sering dipakai sebagai terjemahan langsung. "Sampai sekarang saya masih bekerja di sana" sering menjadi "Until now I still work there", padahal cukup "I still work there". Untuk "sejauh ini", pakai "so far": "So far, I've built five APIs."
"Sudah" juga tidak selalu perlu diterjemahkan menjadi "already". "I already graduated in 2020" lebih alami sebagai "I graduated in 2020." Tahunnya sudah menunjukkan bahwa itu selesai.
Akhiran -s yang sering hilang
Untuk "he", "she", "it", atau nama orang, kata kerja bentuk sekarang mendapat akhiran -s. Ini sering terlupa karena tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia.
| Salah | Benar |
|---|---|
| My manager give me feedback every week. | My manager gives me feedback every week. |
| The app help users track orders. | The app helps users track orders. |
| She don't like long meetings. | She doesn't like long meetings. |
Akhiran -s juga sering hilang pada kata benda jamak: three year seharusnya three years, many project seharusnya many projects. Kesalahan ini kecil, tapi karena sering muncul, telinga pewawancara akan menangkapnya.
Kata yang tidak punya bentuk jamak biasa
Beberapa kata dalam bahasa Inggris tidak bisa langsung diberi akhiran -s, atau artinya berubah kalau diberi -s.
- Information, bukan informations. "Thanks for the information."
- Advice, bukan advices. "My mentor gave me good advice."
- Feedback, bukan feedbacks. "I got feedback from the client."
- Equipment, bukan equipments.
- Experience sebagai pengalaman umum tidak pakai -s: "I have experience in React." Tapi kalau maksudnya kejadian-kejadian tertentu, boleh: "I had two bad experiences with vendors."
Kalimat "I have many experiences in Laravel" terdengar janggal. Ganti dengan "I have a lot of experience with Laravel" atau "I've used Laravel for three years."
Kata kerja dan preposisi yang sering tertukar
Banyak kesalahan berasal dari menerjemahkan kata per kata dari bahasa Indonesia.
| Salah | Benar | Catatan |
|---|---|---|
| I am agree. | I agree. | "Agree" sudah kata kerja. |
| We discussed about the design. | We discussed the design. | "Discuss" tidak pakai "about". |
| I'm interesting in this role. | I'm interested in this role. | "Interesting" artinya menarik bagi orang lain. |
| I very like backend work. | I really like backend work. | "Very" tidak menempel pada kata kerja. |
| Please explain me the process. | Please explain the process to me. | |
| I joined to the team in 2022. | I joined the team in 2022. | |
| I'm responsible of the API. | I'm responsible for the API. | |
| I'm graduated from UGM. | I graduated from UGM. | |
| According to me, ... | In my opinion, ... | "According to me" terdengar aneh. |
Dari daftar ini, "I'm interesting" paling perlu diperhatikan. Kalimat "I'm interesting in this job" berarti "saya ini orang yang menarik", bukan "saya tertarik".
Kesalahan yang sering terjadi saat memperbaiki diri
Selain kesalahan grammar itu sendiri, ada kebiasaan yang membuat masalahnya terasa lebih besar:
- Mengoreksi diri di tengah kalimat berkali-kali. "I work… worked… I have worked…" Ini lebih mengganggu daripada satu kesalahan kecil. Kalau salah, lanjutkan saja; koreksi hanya kalau maknanya berubah.
- Membuat kalimat terlalu panjang. Kalimat panjang dengan anak kalimat bertingkat membuka peluang salah tenses di tengah jalan. Kalimat pendek lebih aman. Baca selengkapnya di kalimat pendek, jawaban lebih jelas.
- Belajar aturan, tidak melatih kalimat. Tahu aturan "since + present perfect" berbeda dengan bisa mengucapkannya saat gugup. Latihan harus berupa mengucapkan kalimat, bukan mengerjakan soal.
- Meminta maaf soal grammar. "Sorry, my grammar is bad." Tidak perlu. Ini mengalihkan perhatian dari isi jawaban Anda.
Checklist: kalimat inti yang perlu benar
Daripada menghafal semua aturan, siapkan sepuluh kalimat yang hampir pasti Anda pakai, lalu pastikan versi itu benar. Minta teman yang lancar atau alat pemeriksa tata bahasa untuk mengeceknya.
- Pekerjaan sekarang: "I work as a ... at ..."
- Lama bekerja: "I've been working there since ..." atau "for ... years"
- Pekerjaan sebelumnya: "Before that, I worked at ..."
- Pendidikan: "I graduated from ... in ..."
- Keahlian utama: "I have experience with ..."
- Satu pencapaian: "I built / led / improved ..."
- Alasan tertarik: "I'm interested in this role because ..."
- Hal yang belum pernah: "I haven't used ... yet, but I've used ..."
- Setuju dengan sopan: "I agree. And I'd add that ..."
- Penutup: "Thank you for your time."
Latih kesepuluh kalimat itu bersama jawaban tell me about yourself, karena sebagian besar kalimat inti memang muncul di sana.
Ringkasan
Grammar sempurna tidak menentukan hasil wawancara, tapi kesalahan yang berulang bisa mengaburkan cerita Anda. Fokus pada tiga hal: tenses untuk pengalaman masa lalu, akhiran -s, dan kata yang sering diterjemahkan langsung seperti "I am agree" atau "I'm interesting". Siapkan kalimat inti tentang diri Anda dalam versi yang sudah benar, dan pakai kalimat pendek supaya peluang salah makin kecil.
Naskah jawaban di Repartee disusun dalam kalimat pendek, maksimal sekitar 12 kata, dari profil Anda sendiri. Selain membantu saat wawancara, naskah itu bisa jadi contoh kalimat yang benar untuk Anda pelajari lewat fitur rekap setelahnya.


