Pengucapan Istilah Teknis yang Sering Salah Saat Wawancara
TL;DR
Banyak istilah teknis kita pelajari dari tulisan, jadi cara bacanya ikut ejaan Indonesia. Kenali 30-an istilah yang paling sering salah, perhatikan suku kata yang diberi tekanan, dan latih dalam kalimat, bukan kata per kata.
Poin penting
- Istilah teknis yang salah ucap bisa membuat pewawancara tidak mengenali kata yang Anda maksud.
- Tekanan suku kata sering lebih penting daripada bunyi huruf per huruf.
- Beberapa istilah punya lebih dari satu ucapan yang diterima, seperti SQL dan data.
- Latih istilah dalam kalimat pendek yang benar-benar akan Anda ucapkan.
- Kalau ragu, dengarkan cara pembuat alatnya sendiri menyebut nama itu.

Foto: Maciej Korsan / StockSnap (CC0)
Daftar isi
Anda sudah lima tahun memakai Kubernetes, tapi selama ini menyebutnya "ku-ber-NE-tes" karena belajar dari dokumentasi dan tutorial tertulis. Di tim lokal, semua orang paham. Di wawancara dengan perusahaan luar negeri, pewawancara mungkin diam sejenak, lalu bertanya, "Sorry, which tool?"
Ini masalah yang sangat umum di kalangan engineer, desainer, dan analis Indonesia. Kita belajar istilah teknis dari membaca, bukan mendengar, jadi otak membacanya dengan aturan ejaan bahasa Indonesia. Hasilnya, istilah yang Anda kuasai secara teknis justru terdengar asing di telinga pewawancara. Artikel ini membahas istilah yang paling sering salah ucap, dengan ejaan bunyi sederhana yang mudah diikuti.
Cara membaca ejaan bunyi di artikel ini
Kami tidak memakai simbol fonetik. Sebagai gantinya, setiap istilah ditulis dengan ejaan bunyi sederhana. Bagian yang ditulis HURUF BESAR adalah suku kata yang diberi tekanan, yaitu diucapkan sedikit lebih keras dan lebih panjang.
Beberapa panduan bunyi:
- oo seperti "u" pada "buku", tapi lebih panjang.
- ee seperti "i" pada "kita", tapi lebih panjang.
- eye, dan y di akhir suku kata seperti PY atau HY, dibaca "ai" seperti pada "pantai".
- ay seperti "ei" pada "survei".
- uh bunyi lemah seperti "e" pada "kemarin".
- j seperti "j" pada "jalan".
Ejaan bunyi ini pendekatan, bukan pengganti mendengar langsung. Untuk hasil terbaik, cocokkan dengan audio dari kamus daring atau video resmi alat tersebut.
Nama alat dan teknologi
Ini kelompok yang paling sering salah, karena nama produk tidak selalu mengikuti aturan bahasa Inggris biasa.
| Istilah | Sering diucapkan | Ucapan yang umum |
|---|---|---|
| Kubernetes | ku-ber-NE-tes | koo-ber-NET-eez |
| nginx | ngi-neks | EN-jin-EKS |
| Linux | LAI-nuks | LIN-uks |
| Azure | a-ZU-re | AZH-er |
| Django | dee-JANG-go | JANG-oh (d tidak dibaca) |
| Vue | vu-e | VYOO (seperti "view") |
| Vite | VAIT | VEET |
| Redis | re-DIS | RED-iss |
| Ubuntu | u-BUN-tu | oo-BOON-too |
| Jira | JI-ra | JEER-uh |
| JSON | JE-son | JAY-sun |
| PostgreSQL | pos-gre-es-ki-el | POST-gres atau POST-gres-Q-L |
| Laravel | la-RA-vel | LAR-uh-vel |
| Python | PI-ton | PY-thahn |
Untuk nama produk, sumber terbaik adalah pembuatnya sendiri. Dokumentasi resmi beberapa alat, seperti nginx dan Django, menjelaskan cara pengucapannya. Video konferensi atau tutorial resmi juga bisa jadi rujukan.
Singkatan: dieja atau dibaca sebagai kata?
Singkatan membingungkan karena sebagian dieja huruf per huruf, sebagian dibaca seperti kata. Kuncinya: ikuti kebiasaan umum, dan sebut huruf dengan bunyi Inggris, bukan bunyi Indonesia.
| Singkatan | Cara umum |
|---|---|
| API | ay-pee-EYE (dieja) |
| SQL | ess-kyoo-ELL atau SEE-kwul (keduanya diterima) |
| MySQL | my-ess-kyoo-ELL |
| GUI | GOO-ee |
| SaaS | SASS |
| CI/CD | see-eye see-dee |
| iOS | eye-oh-ESS |
| YAML | YAM-ul |
| OAuth | OH-awth |
Perhatikan bunyi huruf Inggris yang berbeda dari huruf Indonesia: A dibaca "ay", E dibaca "ee", I dibaca "eye", G dibaca "jee", J dibaca "jay", Q dibaca "kyoo", R dibaca "ar". Kalau Anda menyebut "a-pe-i" untuk API, pewawancara mungkin perlu waktu sejenak untuk menangkapnya.
Kata teknis umum dengan tekanan yang tergeser
Untuk kata-kata ini, hurufnya biasanya sudah benar, tapi tekanannya jatuh di suku kata yang salah. Bahasa Indonesia cenderung menekan suku kata kedua dari belakang, sedangkan bahasa Inggris tidak punya pola tetap.
| Kata | Sering diucapkan | Ucapan yang umum |
|---|---|---|
| develop | DE-ve-lop | dih-VEL-up |
| developer | de-ve-LO-per | dih-VEL-uh-per |
| deploy | DI-ploi | dih-PLOY |
| architecture | ar-si-TEK-tur | AR-kih-tek-cher |
| algorithm | al-go-RIT-em | AL-guh-rith-um |
| component | kom-PO-nen | kum-POH-nent |
| analysis | a-na-LI-sis | uh-NAL-uh-sis |
| variable | va-ri-A-bel | VAIR-ee-uh-bul |
| integer | in-TE-ger | IN-tuh-jer |
| hierarchy | hi-e-RAR-ki | HY-er-ar-kee |
| schema | SKE-ma | SKEE-muh |
| cache | KE-che / KECH | KASH |
| queue | KYU-e-u | KYOO |
| suite | SU-it | SWEET |
| async | a-SING | AY-sink |
| database | da-ta-BES | DAY-tuh-bays |
Dua kata yang paling sering membuat bingung adalah cache dan queue. "Cache" berbunyi sama dengan "cash" (uang tunai). "Queue" berbunyi sama dengan huruf "Q". Begitu Anda tahu ini, keduanya mudah diingat.
Akhiran -s dan -ed pada istilah teknis
Istilah teknis sering muncul dalam bentuk jamak atau lampau, dan di sini banyak penutur Indonesia kehilangan bunyi terakhirnya. "APIs" dibaca ay-pee-EYEZ, dengan bunyi "z" kecil di akhir. "Databases" dibaca DAY-tuh-bay-siz, satu suku kata lebih panjang dari bentuk tunggalnya.
Untuk bentuk lampau, ada kebiasaan sebaliknya: akhiran -ed dibaca sebagai suku kata penuh. Padahal "deployed" dibaca dih-PLOYD (dua suku kata, bukan "di-ploi-ed"), dan "fixed" dibaca FIKST (satu suku kata). Akhiran -ed baru dibaca sebagai suku kata sendiri kalau kata dasarnya berakhir dengan bunyi t atau d, seperti "tested" (TES-tid) dan "updated" (up-DAY-tid).
Kata sehari-hari di tim teknis
Selain istilah teknis, ada kata umum yang sering muncul saat menjelaskan proyek dan juga sering salah tekanan atau bunyi.
- determine: dih-TER-min (bukan "de-ter-MAIN")
- manager: MAN-ih-jer
- message: MES-ij
- image: IM-ij (bukan "i-MEJ")
- mobile: MOH-bul (gaya Amerika)
- native: NAY-tiv
- router: ROW-ter, berima dengan "outer" (gaya Amerika)
- data: DAY-tuh atau DAT-uh, keduanya umum
Kalau Anda sering menjelaskan proyek, latih kata-kata ini dalam kalimat utuh. Tips menyusun penjelasan proyeknya ada di cara menjelaskan proyek dalam bahasa Inggris.
Kalimat latihan siap pakai
Ucapkan kalimat-kalimat ini pelan-pelan, lalu dengan kecepatan normal. Perhatikan suku kata yang bertekanan.
We deployed the app on Kubernetes last year.
I added a Redis cache to speed up the API.
The jobs run in a queue, so users don't wait.
I designed the database schema for the new feature.
Our architecture has three main components.
Ganti nama alat dengan yang benar-benar Anda pakai. Kalimat latihan paling berguna adalah kalimat yang memang akan Anda ucapkan di wawancara.
Kesalahan yang sering terjadi saat berlatih
- Berlatih kata per kata. Mengucapkan "Kubernetes" dengan benar sepuluh kali tidak sama dengan mengucapkannya di tengah kalimat. Latih dalam kalimat: "We moved our services to Kubernetes last year."
- Terlalu fokus pada bunyi, lupa tekanan. Tekanan yang benar sering membuat kata langsung dikenali, meski bunyi hurufnya belum sempurna.
- Takut menyebut istilah sama sekali. Ada kandidat yang menghindari kata "architecture" karena takut salah, lalu memakai penjelasan panjang. Lebih baik ucapkan saja dengan tekanan yang benar.
- Memaksakan aksen tertentu. Anda tidak perlu terdengar seperti penutur Amerika. Yang penting istilahnya bisa dikenali. Soal aksen dibahas di aksen Indonesia saat wawancara.
- Mengoreksi pewawancara. Kalau pewawancara menyebut sebuah istilah dengan cara berbeda dari daftar ini, jangan dikoreksi. Banyak istilah punya variasi.
Checklist latihan 15 menit
- Tulis 10 istilah teknis yang paling sering Anda sebut saat menjelaskan pekerjaan.
- Cari ucapannya di kamus daring yang punya audio, atau di video resmi alatnya.
- Tandai suku kata bertekanan dengan huruf besar.
- Buat satu kalimat pendek untuk setiap istilah, misalnya "I use Redis for caching."
- Ucapkan setiap kalimat tiga kali, rekam, lalu bandingkan dengan audio aslinya.
- Masukkan istilah itu ke jawaban latihan wawancara Anda, seperti di latihan speaking mandiri.
Ringkasan
Istilah teknis yang salah ucap bisa membuat keahlian Anda terdengar lebih lemah daripada kenyataannya. Mulailah dari nama alat yang paling sering Anda sebut, perhatikan suku kata bertekanan, dan latih dalam kalimat pendek. Anda tidak perlu aksen sempurna; Anda hanya perlu istilahnya dikenali.
Di Repartee, transkrip pertanyaan pewawancara tampil di layar, jadi Anda bisa melihat ejaan istilah yang mereka ucapkan. Naskah jawaban juga ditulis lengkap, sehingga istilah yang sulit bisa Anda baca dan latih lagi setelah wawancara.


