Frasa Bahasa Inggris Saat Tidak Mengerti Pertanyaan Wawancara
TL;DR
Tidak mengerti pertanyaan itu wajar, dan meminta klarifikasi justru terlihat teliti. Yang penting: sebut bagian mana yang tidak jelas, pakai frasa pendek yang sopan, lalu cek pemahaman Anda sebelum menjawab.
Poin penting
- Meminta klarifikasi bukan tanda lemah; menjawab pertanyaan yang salah jauh lebih merugikan.
- Sebut bagian yang tidak jelas: kata tertentu, kecepatan, atau maksud pertanyaan.
- Ulangi pertanyaan dengan kata-kata Anda sendiri untuk mengecek pemahaman.
- Untuk masalah koneksi, katakan terus terang bahwa suaranya putus.
- Hafalkan 5–6 frasa inti sampai keluar otomatis.

Foto: Burst / StockSnap (CC0)
Daftar isi
Pewawancara selesai bicara, lalu hening. Anda menangkap kata "project" dan "challenge", tapi sisanya kabur. Di titik ini banyak kandidat memilih menebak, lalu menjawab panjang untuk pertanyaan yang sebenarnya tidak ditanyakan.
Padahal ada pilihan yang lebih aman: minta klarifikasi. Pewawancara yang berpengalaman tahu bahwa wawancara dalam bahasa kedua, lewat Zoom atau Meet, dengan koneksi yang kadang naik turun, memang tidak selalu mulus. Bertanya dengan sopan menunjukkan Anda teliti dan ingin menjawab dengan tepat. Artikel ini berisi frasa yang bisa langsung Anda pakai, dikelompokkan menurut jenis masalahnya.
Kenapa minta klarifikasi itu langkah yang benar
Menjawab pertanyaan yang salah punya dua kerugian. Pertama, waktu habis untuk jawaban yang tidak relevan. Kedua, pewawancara bisa menyimpulkan Anda tidak mendengarkan atau tidak paham topiknya, padahal masalahnya hanya bahasa.
Sebaliknya, satu kalimat klarifikasi yang singkat hampir tidak ada ruginya. Di banyak tim, terutama tim remote yang anggotanya dari berbagai negara, kebiasaan mengecek pemahaman justru dianggap sikap kerja yang baik. Orang yang bertanya "Maksudnya A atau B?" sebelum mulai mengerjakan biasanya lebih sedikit membuat kesalahan.
Aturan praktisnya: kalau Anda tidak yakin lebih dari separuh maksud pertanyaan, jangan menebak. Tanyakan.
Frasa saat Anda tidak menangkap suaranya
Ini masalah paling umum: pewawancara bicara cepat, aksennya asing bagi Anda, atau suaranya putus. Pakai frasa yang jelas dan tidak berlebihan.
Sorry, could you repeat the question?
Sorry, I didn't catch that. Could you say it again?
Could you say that a bit more slowly, please?
Kalau masalahnya koneksi, katakan saja. Ini bukan kesalahan Anda dan pewawancara biasanya langsung mengerti.
Sorry, your audio cut out for a second.
I think the connection dropped. Could you repeat the last part?
Hindari "What?" atau "Huh?" saja. Di telinga penutur asli, itu terdengar kasar. Hindari juga "Can you repeat again?" karena "repeat" sudah berarti mengulang; cukup "Can you repeat that?".
Frasa saat Anda tidak paham satu kata
Kadang Anda mendengar semua kata dengan jelas, tapi ada satu istilah yang tidak Anda kenal. Sebut kata itu secara langsung, supaya pewawancara tidak perlu mengulang seluruh pertanyaan.
Sorry, what do you mean by "stakeholder alignment"?
I'm not sure I know the term "on-call rotation". Could you explain it?
When you say "ownership", do you mean leading the project?
Frasa terakhir sangat berguna. Anda menunjukkan bahwa Anda punya tebakan, jadi pewawancara cukup menjawab "yes" atau meluruskan sedikit. Ini terlihat lebih percaya diri daripada "I don't understand."
Kalau istilahnya teknis dan Anda memang belum pernah memakainya, jujur saja. Lebih baik bilang "I haven't used that tool yet" daripada pura-pura tahu lalu ketahuan di pertanyaan berikutnya. Pola jawaban jujur seperti ini dibahas lengkap di jujur saat belum pernah melakukannya.
Frasa saat maksud pertanyaannya tidak jelas
Ada pertanyaan yang kata-katanya mudah, tapi arahnya luas. Contoh: "Tell me about a time things didn't go well." Apakah yang dimaksud proyek, tim, atau klien? Di sini Anda boleh meminta fokus.
Do you mean a technical problem or a problem with the team?
Should I talk about my current job or an earlier one?
Would you like a specific example, or a general overview?
How much detail would you like?
Pertanyaan pilihan seperti "A or B?" lebih mudah dijawab pewawancara daripada pertanyaan terbuka. Mereka tinggal memilih, dan Anda langsung tahu arah jawabannya.
Cek pemahaman dengan mengulang pertanyaan
Teknik ini sering disebut paraphrasing: Anda mengulang pertanyaan dengan kata-kata sendiri, lalu meminta konfirmasi. Ini berguna untuk pertanyaan panjang yang berisi dua atau tiga bagian.
So you're asking how I handled the deadline. Is that right?
Just to check, you want to know why I left my last job?
If I understand correctly, you want two things. My role, and the result. Correct?
Keuntungannya ada tiga. Anda memastikan pertanyaan yang dijawab sudah benar. Anda mendapat beberapa detik tambahan untuk menyusun jawaban. Dan pewawancara melihat Anda mendengarkan dengan serius. Kalau Anda juga butuh waktu berpikir setelah itu, lihat frasa di frasa untuk minta waktu berpikir.
Contoh percakapan singkat
Pewawancara: "Can you walk me through how you'd approach migrating a legacy system while keeping downtime minimal?"
Kandidat:
Sure. Just to check, you mean moving an old system to a new one?
And the goal is that users don't notice any downtime?
Pewawancara: "Exactly."
Kandidat:
Okay. I did something similar last year. Let me explain.
Perhatikan bahwa kalimatnya pendek-pendek. Anda tidak perlu kalimat panjang untuk terdengar profesional.
Kesalahan yang sering terjadi
Beberapa kebiasaan membuat klarifikasi justru terdengar canggung atau menghabiskan waktu:
- Minta maaf berlebihan. "Sorry, sorry, my English is very bad, sorry." Satu "sorry" cukup. Merendahkan diri berulang kali membuat suasana jadi berat.
- Pura-pura paham lalu menjawab umum. Jawaban yang mengambang ("I always work hard and communicate well") biasanya tanda kandidat tidak menangkap pertanyaan. Pewawancara menyadarinya.
- Minta ulang terlalu sering tanpa menyebut masalahnya. Kalau sudah dua kali minta ulang dan masih belum paham, sebut bagian mana yang sulit: kecepatan, kata tertentu, atau koneksi.
- Diam terlalu lama. Hening 10 detik terasa sangat panjang di video call. Lebih baik bilang sesuatu daripada diam.
- Menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia. "Can you explain more clear?" seharusnya "Could you explain that a bit more?" Pakai frasa yang sudah jadi, jangan menyusun dari nol saat gugup.
- Menyalahkan pewawancara. Hindari "You speak too fast." Ganti dengan "Could you say that a bit more slowly?" Isinya sama, nadanya jauh lebih baik.
Checklist frasa inti untuk dihafal
Anda tidak perlu menghafal semua frasa di atas. Pilih enam ini dan latih sampai keluar tanpa berpikir:
| Situasi | Frasa |
|---|---|
| Tidak dengar | Sorry, could you repeat the question? |
| Terlalu cepat | Could you say that a bit more slowly, please? |
| Koneksi putus | Sorry, your audio cut out. Could you repeat the last part? |
| Satu kata asing | Sorry, what do you mean by "...?" |
| Arah tidak jelas | Do you mean A or B? |
| Cek pemahaman | Just to check, you're asking about...? |
Cara melatihnya: tulis keenam frasa di kertas kecil, baca keras-keras tiga kali sehari selama seminggu, lalu coba pakai dalam latihan speaking mandiri. Targetnya, frasa ini keluar secepat Anda bilang "terima kasih".
Ringkasan
Tidak mengerti pertanyaan itu normal, apalagi di wawancara online dalam bahasa kedua. Yang membedakan kandidat yang tenang dengan yang panik adalah punya frasa siap pakai. Sebut masalahnya dengan spesifik, gunakan pertanyaan pilihan "A or B?", dan ulangi pertanyaan dengan kata-kata Anda sendiri sebelum menjawab. Satu kalimat klarifikasi hampir selalu lebih baik daripada jawaban panjang untuk pertanyaan yang salah.
Repartee bisa membantu di momen seperti ini. Aplikasinya menampilkan transkrip, terjemahan Indonesia, dan inti pertanyaan pewawancara di layar, jadi Anda bisa mengecek apa yang sebenarnya ditanyakan sebelum menjawab.


