Repartee
← Kembali ke Blog
  • Bahasa Inggris
  • Komunikasi
  • Mental

Frasa Bahasa Inggris untuk Minta Waktu Berpikir Saat Wawancara

Tim Repartee6 menit baca

TL;DR

Diam sejenak sebelum menjawab itu wajar, asal Anda memberi tanda. Pakai frasa jeda yang pendek, lalu kalimat pembuka yang memberi arah, sambil menyusun dua atau tiga poin di kepala.

Poin penting

  • Jeda 3–5 detik itu normal; yang terasa canggung adalah diam tanpa tanda.
  • Frasa jeda yang baik pendek, jujur, dan tidak diulang terus-menerus.
  • Kalimat pembuka jawaban memberi Anda waktu tambahan sekaligus arah.
  • Susun jawaban sebagai 'poin, contoh, hasil' supaya tidak melebar.
  • Ganti 'eee' dan 'apa ya' dengan jeda diam atau frasa yang sudah dilatih.
Pria berjas berdiri di lorong kantor sambil berpikir

Foto: Burst / StockSnap (CC0)

Daftar isi

Pertanyaan sudah jelas, Anda paham maksudnya, tapi jawabannya belum tersusun. Dalam bahasa Indonesia, Anda mungkin akan bilang "Hmm, sebentar ya" lalu berpikir. Dalam bahasa Inggris, banyak kandidat malah panik: langsung bicara tanpa arah, atau mengisi diam dengan "eee… apa ya… so… so…".

Kabar baiknya, minta waktu berpikir itu hal biasa dalam wawancara, termasuk di antara penutur asli. Yang perlu Anda pelajari adalah cara memberi tanda bahwa Anda sedang berpikir, bukan bingung. Artikel ini berisi frasa jeda, kalimat pembuka, dan teknik sederhana supaya beberapa detik itu benar-benar terpakai untuk menyusun jawaban.

Jeda itu wajar, diam tanpa tanda yang canggung

Pewawancara tidak mengharapkan jawaban keluar dalam satu detik. Pertanyaan seperti "Tell me about a difficult decision you made" memang butuh waktu untuk memilih cerita. Jeda tiga sampai lima detik setelah pertanyaan seperti itu terlihat wajar, bahkan menunjukkan Anda menimbang jawaban.

Masalahnya muncul kalau jeda itu kosong. Di video call, pewawancara tidak bisa membaca bahasa tubuh Anda dengan baik. Diam lima detik tanpa tanda bisa terbaca sebagai koneksi putus, tidak paham, atau tidak punya jawaban. Satu frasa pendek cukup untuk mengubah kesan itu.

Sebelum minta waktu, pastikan dulu Anda paham pertanyaannya. Kalau belum, minta klarifikasi dulu dengan frasa dari frasa saat tidak mengerti pertanyaan.

Frasa jeda singkat

Ini frasa untuk dua sampai lima detik pertama. Pilih dua atau tiga yang terasa nyaman, jangan semuanya.

That's a good question. Let me think for a second.

Let me think about that.

Give me a moment to pick the best example.

Hmm, let me see.

Good question. I want to give you a real example.

Frasa terakhir punya bonus: Anda memberi tahu pewawancara bahwa jawaban yang akan datang berupa contoh nyata, bukan teori. Itu membuat mereka mau menunggu.

Satu catatan soal "That's a good question." Frasa ini boleh, tapi jangan dipakai untuk setiap pertanyaan. Kalau diulang lima kali dalam satu wawancara, kedengarannya seperti kebiasaan, bukan pujian.

Kalimat pembuka yang memberi arah

Setelah jeda, Anda tidak harus langsung masuk ke detail. Kalimat pembuka yang umum tapi relevan memberi Anda beberapa detik tambahan sekaligus memberi arah pada jawaban.

There are two things I'd mention here.

The example that comes to mind is from my last project.

I'd answer that in two parts.

It depends, but usually I start with the data.

I can think of one example from my freelance work.

Kalimat seperti "There are two things I'd mention here" sangat membantu. Begitu Anda mengucapkannya, Anda sudah punya kerangka: poin satu, poin dua, selesai. Pewawancara juga jadi mudah mengikuti.

Hati-hati: jangan janji tiga poin kalau baru ingat satu. Lebih aman bilang "two things" atau "one example". Kalau di tengah jalan ingat poin lain, Anda selalu bisa menambah dengan "One more thing…".

Teknik menyusun jawaban dalam lima detik

Frasa jeda hanya berguna kalau waktunya dipakai untuk berpikir. Di kepala, susun jawaban dengan pola sederhana tiga langkah:

  1. Poin. Satu kalimat yang langsung menjawab pertanyaan.
  2. Contoh. Satu situasi nyata dari pengalaman Anda.
  3. Hasil. Apa yang terjadi, atau apa yang Anda pelajari.

Contoh untuk pertanyaan "How do you handle tight deadlines?":

Let me think for a second.

I break the work into small parts first.

At my last job, we had one week for a new feature.

I listed the tasks and asked which ones mattered most.

We shipped the main part on time. The rest came a week later.

Lima kalimat, masing-masing pendek. Jawaban seperti ini terdengar tenang dan terstruktur. Untuk pertanyaan perilaku yang lebih panjang, pola ini bisa diperluas dengan metode STAR.

Kalau benar-benar buntu

Kadang setelah lima detik pun belum ada contoh yang muncul. Di sini kejujuran lebih baik daripada mengarang.

I don't have a perfect example for that.

But I had a similar situation. Can I share that one?

Atau, kalau Anda memang butuh waktu lebih lama:

Can I come back to this question at the end?

Frasa ini boleh dipakai sekali dalam satu wawancara, tidak lebih. Dan pastikan Anda benar-benar kembali ke pertanyaan itu sebelum sesi selesai.

Untuk pertanyaan teknis atau studi kasus

Pertanyaan teknis memberi ruang lebih untuk berpikir, asal Anda membuatnya terdengar. Di banyak wawancara teknis, pewawancara justru ingin mendengar cara Anda berpikir, bukan hanya jawaban akhirnya.

Let me think out loud, if that's okay.

First, I want to check the requirements.

I'll start with a simple version, then improve it.

Dengan "think out loud", diam Anda berubah menjadi penjelasan. Pewawancara bisa mengikuti alur berpikir Anda, dan kadang memberi petunjuk kalau Anda mulai salah arah.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengisi diam dengan suara pengisi. "Eee", "emm", "apa ya", atau "so, so, so" yang panjang lebih mengganggu daripada diam yang tenang. Lebih baik ucapkan satu frasa jeda, lalu diam dengan santai.
  • Satu frasa untuk semua pertanyaan. "That's a good question" lima kali terdengar seperti skrip. Variasikan, atau cukup "Let me think."
  • Minta waktu untuk pertanyaan sederhana. Untuk "Where are you based?" Anda tidak perlu jeda. Jawab langsung. Simpan jeda untuk pertanyaan yang memang butuh contoh.
  • Bicara sebelum tahu poin pertamanya. Ini membuat jawaban berputar-putar. Lebih baik diam tiga detik daripada bicara satu menit tanpa arah.
  • Menjelaskan alasan berpikir terlalu panjang. "Sorry, I need time because my English is not good and I'm nervous…" Tidak perlu. "Let me think for a second" sudah cukup.
  • Memakai bahasa Indonesia tanpa sadar. "Bentar ya" atau "apa namanya" bisa terlepas saat gugup. Latih frasa jeda bahasa Inggris sampai jadi refleks, supaya yang keluar otomatis justru versi Inggrisnya.

Template latihan

Latihan ini bisa dilakukan sendiri, sepuluh menit sehari. Siapkan lima pertanyaan wawancara, misalnya dari daftar pertanyaan wawancara paling umum. Untuk setiap pertanyaan:

  1. Baca pertanyaannya keras-keras.
  2. Ucapkan satu frasa jeda.
  3. Diam tiga detik, susun poin–contoh–hasil di kepala.
  4. Ucapkan satu kalimat pembuka.
  5. Jawab dalam tiga sampai lima kalimat pendek.
  6. Rekam, lalu dengarkan. Hitung berapa kali Anda bilang "eee".

Daftar frasa pribadi Anda bisa sesederhana ini:

Fungsi Frasa pilihan saya
Jeda Let me think for a second.
Jeda dengan contoh Give me a moment to pick the best example.
Pembuka dua poin There are two things I'd mention here.
Pembuka contoh The example that comes to mind is...
Saat buntu I don't have a perfect example, but I had a similar one.

Lima frasa itu sudah cukup untuk satu wawancara penuh.

Ringkasan

Minta waktu berpikir itu normal dan sering justru terlihat matang. Kuncinya adalah memberi tanda: satu frasa jeda pendek, lalu kalimat pembuka yang memberi arah. Pakai detik-detik itu untuk menyusun poin, contoh, dan hasil. Hindari suara pengisi yang panjang, dan jangan mengarang contoh kalau memang tidak ada; tawarkan pengalaman yang mirip.

Di Repartee, saat Anda mengucapkan frasa jeda, aplikasi sudah menyusun naskah jawaban Inggris pendek dari profil Anda sendiri. Naskah itu bisa jadi pegangan untuk poin pertama, sementara Anda tetap menjawab dengan kata-kata Anda.

Artikel terkait

Bahasa Inggris

Tim Repartee6 menit baca

Aksen Indonesia Saat Wawancara Bahasa Inggris: Perlu Diubah?

Aksen Indonesia bukan masalah selama ucapan Anda mudah dipahami. Kenali bunyi yang paling sering membuat salah paham dan cara melatihnya dengan efektif.

  • Bahasa Inggris
  • Mental
  • Komunikasi
Teknis

Tim Repartee6 menit baca

Cara Menjelaskan Trade-off Teknis dalam Bahasa Inggris

Rumus sederhana menjelaskan trade-off teknis dalam bahasa Inggris saat wawancara: pilihan, konteks, keputusan, harga yang dibayar, plus contoh jawaban.

  • Teknis
  • Komunikasi
  • Bahasa Inggris
Komunikasi

Tim Repartee6 menit baca

Small Talk di Awal Wawancara Bahasa Inggris: Contoh dan Tips

Cara menghadapi obrolan ringan di menit pertama wawancara bahasa Inggris: pertanyaan yang sering muncul, contoh jawaban pendek, dan cara beralih ke inti.

  • Komunikasi
  • Bahasa Inggris
  • Pertanyaan Umum