Cara Menutup Wawancara dan Menulis Email Follow-Up
TL;DR
Dua menit terakhir wawancara dan satu email singkat setelahnya bisa memperkuat kesan Anda. Tutup dengan terima kasih, satu kalimat minat, dan pertanyaan tentang langkah berikutnya; lalu kirim email terima kasih dalam 24 jam.
Poin penting
- Penutup yang baik berisi terima kasih, satu alasan minat, dan pertanyaan soal langkah berikutnya.
- Tanyakan timeline dengan sopan supaya Anda tahu kapan boleh follow-up.
- Email terima kasih sebaiknya pendek, spesifik, dan dikirim dalam 24 jam.
- Email follow-up kedua dikirim setelah tenggat yang disebut pewawancara lewat.
- Jangan menambahkan klaim baru di email yang tidak Anda sebut saat wawancara.

Foto: Burst / StockSnap (CC0)
Daftar isi
Wawancara hampir selesai. Pewawancara bertanya, "Do you have any questions for us?" Anda bertanya satu-dua hal, lalu mereka bilang, "Great, thanks for your time today." Dan Anda… bingung harus bilang apa selain "Thank you." Lalu panggilan berakhir dengan canggung.
Bagian penutup sering terlupakan saat persiapan, padahal kesan terakhir cenderung paling mudah diingat. Begitu juga dengan email setelah wawancara: banyak kandidat tidak mengirimnya sama sekali, atau mengirim email panjang yang terasa kaku. Artikel ini membahas kalimat penutup yang bisa Anda pakai, cara menanyakan langkah berikutnya, dan template email terima kasih serta follow-up dalam bahasa Inggris.
Struktur penutup wawancara yang baik
Penutup yang efektif tidak perlu panjang. Cukup tiga unsur, dalam 20–30 detik:
- Terima kasih. Untuk waktu dan percakapannya.
- Satu kalimat minat. Kenapa Anda masih (atau makin) tertarik setelah wawancara ini. Sebut satu hal spesifik dari percakapan.
- Pertanyaan tentang langkah berikutnya. Supaya Anda tahu apa yang akan terjadi dan kapan.
Contoh:
Thank you for your time today. I enjoyed our talk.
Hearing about the new mobile app made me more interested.
What are the next steps in the process?
Kalimat kedua adalah bagian yang paling sering dilewatkan, padahal ini yang membuat penutup Anda berbeda dari kandidat lain. Sebut sesuatu yang memang dibahas tadi: proyek, tantangan tim, atau cara kerja mereka.
Pertanyaan terakhir sebelum menutup
Sebelum penutup, pewawancara biasanya memberi kesempatan bertanya. Daftar pertanyaan yang bagus ada di pertanyaan untuk pewawancara. Untuk bagian akhir ini, ada dua pertanyaan praktis yang hampir selalu berguna:
What does the timeline look like for a decision?
Is there anything else I can send you that would help?
Pertanyaan pertama memberi Anda patokan kapan boleh menindaklanjuti. Pertanyaan kedua membuka peluang untuk mengirim portofolio, contoh kode, atau tautan proyek yang belum sempat ditunjukkan.
Ada juga pertanyaan yang lebih berani, dan boleh dipakai kalau suasananya santai:
Is there anything in my background you'd like me to clarify?
Pertanyaan ini memberi kesempatan meluruskan keraguan sebelum wawancara berakhir. Kalau pewawancara menyebut sesuatu, jawab dengan jujur dan singkat. Kalau memang ada hal yang belum pernah Anda lakukan, pakai pola dari jujur saat belum pernah melakukannya.
Kalimat penutup untuk berbagai situasi
Wawancara kerja biasa
Thanks again. I look forward to hearing from you.
Have a great rest of your day.
Wawancara dengan zona waktu berbeda
Thanks for making time, especially with the time difference.
Enjoy the rest of your morning.
Panggilan dengan calon klien freelance
Thanks for walking me through the project.
I'll send a short summary and a proposal by Friday.
Untuk klien freelance, janji tindak lanjut yang konkret (apa dan kapan) membuat Anda terlihat bisa diandalkan. Pastikan tenggat yang Anda sebut realistis, lalu tepati.
Kalau wawancara terasa kurang lancar
Thank you for your patience today.
I'm still very interested in this role.
Jangan membahas apa yang menurut Anda kurang. Tutup dengan tenang dan positif.
Template email terima kasih
Kirim dalam 24 jam setelah wawancara, ke pewawancara langsung atau ke rekruter yang mengatur jadwal. Panjangnya cukup 4–6 kalimat.
Subject: Thank you – [Posisi] interview
Hi [Nama],
Thank you for talking with me today about the [Posisi] role.
I enjoyed learning about [satu hal spesifik dari wawancara].
It made me even more interested in joining the team.
[Opsional: satu kalimat tambahan yang relevan, misalnya tautan portofolio yang dijanjikan.]
I look forward to hearing about the next steps.
Best regards,
[Nama Anda]
Contoh terisi:
Subject: Thank you – Backend Developer interview
Hi Sarah,
Thank you for talking with me today about the Backend Developer role.
I enjoyed learning about your plan to move the payment service to Go.
It made me even more interested in joining the team.
As promised, here is the link to my order API project on GitHub.
I look forward to hearing about the next steps.
Best regards,
Rizky
Perhatikan bahwa email ini tidak mengulang seluruh isi wawancara dan tidak menambahkan klaim baru. Isinya hanya terima kasih, satu detail spesifik, dan hal yang memang dijanjikan.
Template email follow-up
Kalau tenggat yang disebutkan sudah lewat dan belum ada kabar, tunggu satu atau dua hari kerja, lalu kirim follow-up singkat. Kalau tidak ada tenggat yang disebut, sekitar satu minggu setelah wawancara biasanya wajar.
Subject: Following up – [Posisi] interview
Hi [Nama],
I hope you're doing well.
I'm following up on my interview for the [Posisi] role on [tanggal].
I'm still very interested in the position.
Is there any update on the timeline?
Thank you,
[Nama Anda]
Satu follow-up sudah cukup. Kalau masih belum ada jawaban setelah itu, Anda boleh mengirim satu lagi setelah beberapa waktu, tapi jangan setiap hari. Sementara itu, lanjutkan proses lamaran lain.
Kalau jawabannya penolakan
Penolakan tetap layak dibalas singkat. Balasan yang sopan menjaga hubungan, dan beberapa perusahaan menghubungi lagi kandidat yang meninggalkan kesan baik saat ada posisi lain.
Hi [Nama],
Thank you for letting me know.
I enjoyed learning about the team.
If you have any feedback for me, I'd be glad to hear it.
I hope we can work together in the future.
Best regards,
[Nama Anda]
Kalau mereka memberi umpan balik, catat dan pakai untuk persiapan wawancara berikutnya.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menutup hanya dengan "Thank you, bye." Tidak salah, tapi kesempatan untuk meninggalkan kesan baik jadi terlewat.
- Bertanya "Did I get the job?" Ini membuat pewawancara berada di posisi sulit. Tanyakan langkah berikutnya, bukan hasilnya.
- Email terlalu panjang. Email tiga paragraf yang mengulang semua jawaban jarang dibaca sampai habis. Pendek dan spesifik lebih baik.
- Email generik. "Thank you for the opportunity. I am very interested." tanpa detail apa pun terasa seperti template massal. Sebut satu hal dari percakapan.
- Menambahkan klaim baru di email. "I forgot to mention I'm also an expert in AWS." Kalau itu tidak benar-benar sesuai pengalaman Anda, jangan ditulis. Kalau benar, sebut secara proporsional: "I also have some experience with AWS, mainly S3 and EC2."
- Salah menulis nama. Cek ejaan nama pewawancara dan nama perusahaan sebelum mengirim.
Checklist penutup dan follow-up
- Siapkan satu kalimat terima kasih dan satu kalimat minat yang spesifik.
- Tanyakan langkah berikutnya dan timeline.
- Catat nama pewawancara dan satu hal spesifik dari percakapan segera setelah selesai.
- Kirim email terima kasih dalam 24 jam.
- Lampirkan hal yang dijanjikan, misalnya tautan portofolio.
- Catat tanggal untuk follow-up, sesuai timeline yang disebut.
Ringkasan
Penutup wawancara yang baik cukup berisi terima kasih, satu alasan minat yang spesifik, dan pertanyaan tentang langkah berikutnya. Setelah itu, kirim email terima kasih yang pendek dalam 24 jam, dan follow-up sekali kalau tenggatnya sudah lewat. Tetap jujur di semua komunikasi: email bukan tempat menambahkan klaim yang tidak ada di wawancara.
Fitur rekap di Repartee menyimpan riwayat pertanyaan dan jawaban dari sesi wawancara. Catatan ini memudahkan Anda mengingat detail spesifik untuk ditulis di email terima kasih.


